{
  "format": "repository-git-event-playground",
  "version": 1,
  "title": "Dunia Tanpa PD II: 5 Cabang Realitas (1939–2026)",
  "savedAt": "2026-09-12T00:00:00.000Z",
  "state": {
    "commits": {
      "c1": { "id": "c1", "msg": "Hitler diangkat jadi Kanselir Jerman", "parent": null, "x": 100, "y": 300, "type": "normal" },
      "c2": { "id": "c2", "msg": "Aneksasi Austria & Perjanjian Munich meredakan ketegangan sementara", "parent": "c1", "x": 260, "y": 300, "type": "normal" },
      "c3": { "id": "c3", "msg": "Jerman menyiapkan rencana invasi Polandia", "parent": "c2", "x": 420, "y": 300, "type": "normal" },

      "c4": { "id": "c4", "msg": "Invasi Polandia dimulai; Inggris & Prancis menyatakan perang", "parent": "c3", "x": 560, "y": 60, "type": "normal" },
      "c5": { "id": "c5", "msg": "Serangan Pearl Harbor menyeret Amerika Serikat masuk perang", "parent": "c4", "x": 700, "y": 60, "type": "normal" },
      "c6": { "id": "c6", "msg": "Bom atom dijatuhkan di Hiroshima & Nagasaki; PD II berakhir", "parent": "c5", "x": 840, "y": 60, "type": "normal" },
      "c7": { "id": "c7", "msg": "PBB didirikan; dunia terbelah dua blok Perang Dingin", "parent": "c6", "x": 980, "y": 60, "type": "normal" },
      "c8": { "id": "c8", "msg": "Indonesia merdeka di tengah kekosongan kekuasaan kolonial pascaperang", "parent": "c7", "x": 1120, "y": 60, "type": "normal" },
      "c9": { "id": "c9", "msg": "Manusia mendarat di Bulan, dipacu perlombaan senjata Perang Dingin", "parent": "c8", "x": 1260, "y": 60, "type": "normal" },
      "c10": { "id": "c10", "msg": "Uni Soviet runtuh; Perang Dingin berakhir", "parent": "c9", "x": 1400, "y": 60, "type": "normal" },
      "c11": { "id": "c11", "msg": "Krisis finansial global", "parent": "c10", "x": 1540, "y": 60, "type": "normal" },
      "c12": { "id": "c12", "msg": "Pandemi Covid-19", "parent": "c11", "x": 1680, "y": 60, "type": "normal" },
      "c13": { "id": "c13", "msg": "2026 — dunia yang sebenarnya kita kenal sekarang", "parent": "c12", "x": 1820, "y": 60, "type": "normal" },

      "c14": { "id": "c14", "msg": "Kudeta perwira Jerman gagal total; upaya itu sendiri memicu kekacauan internal alih-alih mencegah perang", "parent": "c3", "x": 560, "y": 180, "type": "normal" },
      "c15": { "id": "c15", "msg": "Jerman jatuh ke dalam perang saudara internal antarfaksi militer selama beberapa tahun", "parent": "c14", "x": 700, "y": 180, "type": "normal" },
      "c16": { "id": "c16", "msg": "Kekuatan Eropa lain memilih tidak campur tangan langsung, membiarkan Jerman terpecah", "parent": "c15", "x": 840, "y": 180, "type": "normal" },
      "c17": { "id": "c17", "msg": "Jerman terbelah menjadi beberapa negara kecil pascaperang saudara, tanpa pernah memicu perang dunia", "parent": "c16", "x": 980, "y": 180, "type": "normal" },
      "c18": { "id": "c18", "msg": "Eropa memasuki dekade panjang ketidakstabilan regional tanpa satu kekuatan dominan", "parent": "c17", "x": 1120, "y": 180, "type": "normal" },
      "c19": { "id": "c19", "msg": "2026 — dunia dengan peta Eropa yang sangat berbeda, tanpa Jerman bersatu maupun Perang Dunia II", "parent": "c18", "x": 1260, "y": 180, "type": "normal" },

      "c20": { "id": "c20", "msg": "Kudeta internal perwira Jerman berhasil menggagalkan perintah invasi Polandia", "parent": "c3", "x": 560, "y": 300, "type": "normal" },
      "c21": { "id": "c21", "msg": "Eropa tegang tapi tanpa perang total; blokade & diplomasi menggantikan invasi", "parent": "c20", "x": 700, "y": 300, "type": "normal" },
      "c22": { "id": "c22", "msg": "Tidak ada Holocaust berskala PD II; riset nuklir tetap berjalan lambat sebagai proyek energi sipil", "parent": "c21", "x": 840, "y": 300, "type": "normal" },
      "c23": { "id": "c23", "msg": "Kekuasaan kolonial Eropa tetap kuat karena tidak terkuras perang", "parent": "c22", "x": 980, "y": 300, "type": "normal" },

      "c24": { "id": "c24", "msg": "Negara-negara terjajah mulai merintis forum kerja sama non-blok lebih awal dari sejarah asli", "parent": "c23", "x": 1120, "y": 260, "type": "normal" },
      "c25": { "id": "c25", "msg": "Tekanan diplomatik multilateral mendorong negosiasi dekolonisasi damai secara bertahap", "parent": "c24", "x": 1260, "y": 260, "type": "normal" },
      "c26": { "id": "c26", "msg": "Indonesia merdeka penuh lewat perundingan panjang namun damai, tanpa konflik bersenjata besar", "parent": "c25", "x": 1400, "y": 260, "type": "normal" },
      "c27": { "id": "c27", "msg": "Tata kelola ekonomi global multipolar terbentuk, tanpa dominasi tunggal kekuatan mana pun", "parent": "c26", "x": 1540, "y": 260, "type": "normal" },
      "c28": { "id": "c28", "msg": "2026 — dunia yang relatif damai, terlambat secara teknologi tapi lebih setara secara politik-ekonomi", "parent": "c27", "x": 1680, "y": 260, "type": "normal" },

      "c29": { "id": "c29", "msg": "Kekuatan kolonial Eropa menolak negosiasi; ketegangan dengan gerakan kemerdekaan lokal meningkat", "parent": "c23", "x": 1120, "y": 340, "type": "normal" },
      "c30": { "id": "c30", "msg": "Konflik bersenjata sporadis pecah di berbagai wilayah jajahan yang menuntut kemerdekaan", "parent": "c29", "x": 1260, "y": 340, "type": "normal" },

      "c31": { "id": "c31", "msg": "Perang kemerdekaan berkepanjangan menyebabkan korban besar di berbagai wilayah jajahan", "parent": "c30", "x": 1400, "y": 300, "type": "normal" },
      "c32": { "id": "c32", "msg": "Indonesia akhirnya merdeka lewat revolusi bersenjata panjang, empat dekade lebih lambat dan jauh lebih berdarah dari sejarah asli", "parent": "c31", "x": 1540, "y": 300, "type": "normal" },
      "c33": { "id": "c33", "msg": "Bekas wilayah jajahan menghadapi rekonstruksi panjang pascakonflik", "parent": "c32", "x": 1680, "y": 300, "type": "normal" },
      "c34": { "id": "c34", "msg": "2026 — dunia dengan luka sejarah kolonial yang jauh lebih dalam dan lebih baru dibanding sejarah asli", "parent": "c33", "x": 1820, "y": 300, "type": "normal" },

      "c35": { "id": "c35", "msg": "Tekanan ekonomi memaksa kekuatan kolonial melunak dan membuka jalur reformasi bertahap", "parent": "c30", "x": 1400, "y": 420, "type": "normal" },
      "c36": { "id": "c36", "msg": "Indonesia merdeka penuh lewat reformasi konstitusional damai, tanpa revolusi bersenjata besar", "parent": "c35", "x": 1540, "y": 420, "type": "normal" },
      "c37": { "id": "c37", "msg": "Bekas wilayah jajahan membangun hubungan pascakolonial yang lebih setara dengan bekas penjajahnya", "parent": "c36", "x": 1680, "y": 420, "type": "normal" },
      "c38": { "id": "c38", "msg": "2026 — dunia pascakolonial yang damai namun jauh lebih lambat terbentuk dibanding sejarah asli", "parent": "c37", "x": 1820, "y": 420, "type": "normal" }
    },
    "branches": {
      "sejarah-asli": "c13",
      "tanpa-pd2-kudeta-gagal": "c19",
      "tanpa-pd2-non-blok": "c28",
      "tanpa-pd2-revolusi-berdarah": "c34",
      "tanpa-pd2-reformasi-damai": "c38"
    },
    "active": "tanpa-pd2-reformasi-damai",
    "selected": "c38",
    "seq": 39,
    "projectName": "Dunia Tanpa PD II: 5 Cabang Realitas (1939–2026)"
  },
  "view": { "scale": 1, "x": 0, "y": 0 }
}
