{
  "format": "repository-git-event-playground",
  "version": 1,
  "title": "Indonesia Tanpa G30S: 8 Cabang, 5 Sub-Cabang (1965–2026)",
  "savedAt": "2026-09-12T00:00:00.000Z",
  "state": {
    "commits": {
      "c1": { "id": "c1", "msg": "Dekrit Presiden 1959; Sukarno memberlakukan Demokrasi Terpimpin", "parent": null, "x": 100, "y": 300, "type": "normal" },
      "c2": { "id": "c2", "msg": "Ketegangan politik meningkat antara PKI, TNI-AD, dan kelompok Islam/nasionalis; ekonomi memburuk akibat inflasi tinggi", "parent": "c1", "x": 260, "y": 300, "type": "normal" },
      "c3": { "id": "c3", "msg": "Sejumlah perwira merencanakan gerakan terhadap \"Dewan Jenderal\", 30 September 1965", "parent": "c2", "x": 420, "y": 300, "type": "normal" },

      "c4": { "id": "c4", "msg": "Gerakan 30 September bergerak; Jenderal Ahmad Yani dan lima jenderal lain gugur", "parent": "c3", "x": 560, "y": 60, "type": "normal" },
      "c5": { "id": "c5", "msg": "Mayjen Soeharto mengambil alih komando, menumpas gerakan, dan mengaitkannya dengan PKI", "parent": "c4", "x": 700, "y": 60, "type": "normal" },
      "c6": { "id": "c6", "msg": "Pembersihan massal anti-PKI terjadi di berbagai daerah, menelan banyak korban jiwa", "parent": "c5", "x": 840, "y": 60, "type": "normal" },
      "c7": { "id": "c7", "msg": "Supersemar diterbitkan; Soeharto memperoleh wewenang darurat dari Sukarno", "parent": "c6", "x": 980, "y": 60, "type": "normal" },
      "c8": { "id": "c8", "msg": "Sukarno resmi dicopot dari jabatan Presiden; Soeharto dilantik menjadi Presiden kedua", "parent": "c7", "x": 1120, "y": 60, "type": "normal" },
      "c9": { "id": "c9", "msg": "Orde Baru berjalan — stabilitas politik terpusat & pembangunan ekonomi, tapi kebebasan sipil dan pers dibatasi ketat", "parent": "c8", "x": 1260, "y": 60, "type": "normal" },
      "c10": { "id": "c10", "msg": "Krisis moneter Asia memicu gelombang protes; Soeharto mengundurkan diri setelah 32 tahun berkuasa", "parent": "c9", "x": 1400, "y": 60, "type": "normal" },
      "c11": { "id": "c11", "msg": "Pemilu multipartai pertama era Reformasi digelar, 1999", "parent": "c10", "x": 1540, "y": 60, "type": "normal" },
      "c12": { "id": "c12", "msg": "Desentralisasi & konsolidasi demokrasi berjalan bertahap, diwarnai tantangan korupsi & polarisasi politik", "parent": "c11", "x": 1680, "y": 60, "type": "normal" },
      "c13": { "id": "c13", "msg": "2026 — Indonesia yang sebenarnya kita kenal sekarang", "parent": "c12", "x": 1820, "y": 60, "type": "normal" },

      "c14": { "id": "c14", "msg": "Gerakan terhadap \"Dewan Jenderal\" terdeteksi dini oleh intelijen TNI dan digagalkan tanpa pertumpahan darah signifikan", "parent": "c3", "x": 560, "y": 180, "type": "normal" },
      "c15": { "id": "c15", "msg": "Sukarno mengumumkan status darurat militer sementara di bawah komando gabungan TNI, tanpa menyerahkan kekuasaan penuh ke satu perwira", "parent": "c14", "x": 700, "y": 180, "type": "normal" },
      "c16": { "id": "c16", "msg": "Stabilitas dipulihkan lewat kendali militer ketat, tanpa pembersihan massal berskala PKI seperti sejarah asli", "parent": "c15", "x": 840, "y": 180, "type": "normal" },
      "c17": { "id": "c17", "msg": "Pemerintahan darurat militer berlangsung lebih lama dari rencana awal, menunda transisi ke pemerintahan sipil", "parent": "c16", "x": 980, "y": 180, "type": "normal" },
      "c18": { "id": "c18", "msg": "Ketegangan sipil-militer berlanjut selama beberapa dekade tanpa pernah mencapai demokrasi elektoral penuh", "parent": "c17", "x": 1120, "y": 180, "type": "normal" },
      "c19": { "id": "c19", "msg": "2026 — Indonesia dengan sistem pemerintahan hibrida sipil-militer, tak pernah sepenuhnya demokratis maupun sepenuhnya otoriter", "parent": "c18", "x": 1260, "y": 180, "type": "normal" },

      "c20": { "id": "c20", "msg": "Rencana gerakan terhadap \"Dewan Jenderal\" gagal/dibatalkan sepenuhnya; para jenderal termasuk Ahmad Yani selamat", "parent": "c3", "x": 560, "y": 300, "type": "normal" },
      "c21": { "id": "c21", "msg": "Sukarno menyerahkan kepemimpinan transisi kepada Jenderal Ahmad Yani untuk meredakan ketegangan politik", "parent": "c20", "x": 700, "y": 300, "type": "normal" },
      "c22": { "id": "c22", "msg": "Yani membentuk pemerintahan transisi lintas golongan, merangkul kelompok nasionalis, religius, dan militer tanpa pembersihan berdarah", "parent": "c21", "x": 840, "y": 300, "type": "normal" },
      "c23": { "id": "c23", "msg": "Pemilu paling demokratis pertama di Indonesia digelar di bawah pengawasan transisi Yani", "parent": "c22", "x": 980, "y": 300, "type": "normal" },

      "c24": { "id": "c24", "msg": "Presiden terpilih dari kalangan sipil dilantik, didukung koalisi nasional golongan religius dan nasionalis", "parent": "c23", "x": 1120, "y": 260, "type": "normal" },
      "c25": { "id": "c25", "msg": "Kebijakan investasi asing & swasta mulai dibuka untuk memacu pemulihan ekonomi pascainflasi", "parent": "c24", "x": 1260, "y": 260, "type": "normal" },

      "c26": { "id": "c26", "msg": "Investasi asing dibuka luas tanpa banyak proteksi industri domestik, memacu pertumbuhan cepat tapi rentan terhadap guncangan global", "parent": "c25", "x": 1400, "y": 220, "type": "normal" },
      "c27": { "id": "c27", "msg": "Pertumbuhan ekonomi pesat menempatkan Indonesia sebagai tujuan investasi utama Asia sejak akhir 1970-an", "parent": "c26", "x": 1540, "y": 220, "type": "normal" },
      "c28": { "id": "c28", "msg": "2026 — Indonesia dengan ekonomi sangat terbuka & terintegrasi global, tapi lebih rentan terhadap krisis eksternal", "parent": "c27", "x": 1680, "y": 220, "type": "normal" },

      "c29": { "id": "c29", "msg": "Kebijakan investasi dibatasi lebih hati-hati untuk melindungi industri domestik yang baru tumbuh", "parent": "c25", "x": 1400, "y": 300, "type": "normal" },
      "c30": { "id": "c30", "msg": "Pertumbuhan ekonomi lebih lambat namun lebih stabil, dengan basis industri domestik yang lebih kuat", "parent": "c29", "x": 1540, "y": 300, "type": "normal" },
      "c31": { "id": "c31", "msg": "2026 — Indonesia dengan ekonomi lebih mandiri & terproteksi, tumbuh lebih lambat tapi lebih tahan krisis global", "parent": "c30", "x": 1680, "y": 300, "type": "normal" },

      "c32": { "id": "c32", "msg": "Sebagian kelompok politik yang kalah pemilu menggugat hasil pemilihan lewat jalur konstitusional, memicu krisis politik pertama demokrasi muda ini", "parent": "c23", "x": 1120, "y": 420, "type": "normal" },

      "c33": { "id": "c33", "msg": "Kebuntuan politik berkepanjangan akibat gugatan tersebut melemahkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan sipil baru", "parent": "c32", "x": 1260, "y": 380, "type": "normal" },
      "c34": { "id": "c34", "msg": "Koalisi pemerintahan sipil menjadi rapuh dan sering berganti akibat tekanan politik yang berkepanjangan", "parent": "c33", "x": 1400, "y": 380, "type": "normal" },
      "c35": { "id": "c35", "msg": "2026 — Indonesia dengan demokrasi elektoral yang tetap bertahan namun rapuh & sering mengalami pergantian koalisi pemerintahan", "parent": "c34", "x": 1540, "y": 380, "type": "normal" },

      "c36": { "id": "c36", "msg": "Gugatan hasil pemilu diselesaikan lewat mekanisme hukum & lembaga peradilan yang baru dibentuk", "parent": "c32", "x": 1260, "y": 460, "type": "normal" },
      "c37": { "id": "c37", "msg": "Pemerintahan sipil hasil pemilu semakin kokoh setelah berhasil melewati ujian krisis konstitusional pertamanya", "parent": "c36", "x": 1400, "y": 460, "type": "normal" },
      "c38": { "id": "c38", "msg": "2026 — Indonesia dengan demokrasi elektoral yang teruji & semakin matang setelah berhasil melewati krisis politik besar pertamanya", "parent": "c37", "x": 1540, "y": 460, "type": "normal" }
    },
    "branches": {
      "sejarah-asli": "c13",
      "tanpa-g30s-darurat-militer": "c19",
      "tanpa-g30s-transisi-yani": "c21",
      "tanpa-g30s-koalisi-nasional": "c24",
      "tanpa-g30s-ekonomi-terbuka": "c28",
      "tanpa-g30s-ekonomi-proteksionis": "c31",
      "tanpa-g30s-demokrasi-rapuh": "c35",
      "tanpa-g30s-demokrasi-kokoh": "c38"
    },
    "active": "tanpa-g30s-demokrasi-kokoh",
    "selected": "c38",
    "seq": 39,
    "projectName": "Indonesia Tanpa G30S: 8 Cabang, 5 Sub-Cabang (1965–2026)"
  },
  "view": { "scale": 1, "x": 0, "y": 0 }
}
