{
  "format": "repository-git-event-playground",
  "version": 1,
  "title": "Nusantara Tanpa Penjajahan: 6 Cabang, 3 Sub-Cabang (1511–2026)",
  "savedAt": "2026-09-12T00:00:00.000Z",
  "state": {
    "commits": {
      "c1": { "id": "c1", "msg": "Kerajaan Majapahit mengalami kemunduran; jaringan dagang Nusantara terpecah menjadi kerajaan & kesultanan lebih kecil", "parent": null, "x": 100, "y": 300, "type": "normal" },
      "c2": { "id": "c2", "msg": "Kesultanan Malaka tumbuh menjadi pusat dagang rempah terpenting di Asia Tenggara", "parent": "c1", "x": 260, "y": 300, "type": "normal" },
      "c3": { "id": "c3", "msg": "Armada Portugis di bawah Afonso de Albuquerque tiba di perairan Malaka untuk merebut kota pelabuhan itu, 1511", "parent": "c2", "x": 420, "y": 300, "type": "normal" },

      "c4": { "id": "c4", "msg": "Malaka jatuh ke tangan Portugis; benteng A Famosa dibangun untuk menguasai jalur rempah", "parent": "c3", "x": 560, "y": 60, "type": "normal" },
      "c5": { "id": "c5", "msg": "VOC Belanda mendirikan pos dagang di Nusantara, perlahan menggantikan dominasi Portugis", "parent": "c4", "x": 700, "y": 60, "type": "normal" },
      "c6": { "id": "c6", "msg": "VOC dibubarkan; Hindia Belanda menjadi koloni langsung pemerintah Belanda", "parent": "c5", "x": 840, "y": 60, "type": "normal" },
      "c7": { "id": "c7", "msg": "Sistem tanam paksa & eksploitasi sumber daya kolonial berlangsung sepanjang abad ke-19", "parent": "c6", "x": 980, "y": 60, "type": "normal" },
      "c8": { "id": "c8", "msg": "Jepang menduduki Hindia Belanda selama Perang Dunia II, 1942–1945", "parent": "c7", "x": 1120, "y": 60, "type": "normal" },
      "c9": { "id": "c9", "msg": "Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945", "parent": "c8", "x": 1260, "y": 60, "type": "normal" },
      "c10": { "id": "c10", "msg": "Revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan dari upaya Belanda kembali berkuasa", "parent": "c9", "x": 1400, "y": 60, "type": "normal" },
      "c11": { "id": "c11", "msg": "Pembangunan bangsa pascakemerdekaan berjalan di tengah warisan struktur kolonial", "parent": "c10", "x": 1540, "y": 60, "type": "normal" },
      "c12": { "id": "c12", "msg": "Reformasi 1998 & transisi demokrasi", "parent": "c11", "x": 1680, "y": 60, "type": "normal" },
      "c13": { "id": "c13", "msg": "2026 — Indonesia yang sebenarnya kita kenal sekarang", "parent": "c12", "x": 1820, "y": 60, "type": "normal" },

      "c14": { "id": "c14", "msg": "Sultan Malaka menawarkan perjanjian dagang eksklusif kepada Portugis sebagai alternatif dari peperangan terbuka", "parent": "c3", "x": 560, "y": 180, "type": "normal" },
      "c15": { "id": "c15", "msg": "Portugis menerima tawaran itu, memilih keuntungan dagang jangka panjang alih-alih risiko penaklukan militer", "parent": "c14", "x": 700, "y": 180, "type": "normal" },
      "c16": { "id": "c16", "msg": "Malaka tetap berdaulat penuh sebagai mitra dagang, bukan wilayah taklukan Portugis", "parent": "c15", "x": 840, "y": 180, "type": "normal" },
      "c17": { "id": "c17", "msg": "Model hubungan dagang setara ini menjadi preseden bagi kesultanan Nusantara lain saat berhadapan dengan kekuatan Eropa berikutnya", "parent": "c16", "x": 980, "y": 180, "type": "normal" },
      "c18": { "id": "c18", "msg": "2026 — Nusantara berdaulat penuh yang menjalin hubungan dagang setara dengan dunia, tak pernah dijajah Portugis, Belanda, maupun Jepang", "parent": "c17", "x": 1120, "y": 180, "type": "normal" },

      "c19": { "id": "c19", "msg": "Armada gabungan Kesultanan Malaka & sekutu dagang Nusantara berhasil memukul mundur serangan Portugis", "parent": "c3", "x": 560, "y": 300, "type": "normal" },
      "c20": { "id": "c20", "msg": "Kesultanan-kesultanan Nusantara (Malaka, Demak, Aceh, Ternate) membentuk aliansi dagang bersama untuk mengamankan jalur rempah dari ancaman luar", "parent": "c19", "x": 700, "y": 300, "type": "normal" },
      "c21": { "id": "c21", "msg": "Aliansi berkembang jadi entitas politik lebih terorganisir; pusat ilmu pengetahuan tumbuh pesat di Aceh, Demak, dan bekas wilayah Majapahit", "parent": "c20", "x": 840, "y": 300, "type": "normal" },

      "c22": { "id": "c22", "msg": "Nusantara yang bersatu ini dihadapkan pilihan besar: seberapa jauh integrasi politik yang ingin dijalankan ke depannya", "parent": "c21", "x": 980, "y": 300, "type": "normal" },

      "c23": { "id": "c23", "msg": "Federasi Nusantara memilih integrasi penuh, berkembang menjadi kekuatan maritim dominan di Asia Tenggara", "parent": "c22", "x": 1120, "y": 220, "type": "normal" },
      "c24": { "id": "c24", "msg": "Teknologi pelayaran & persenjataan Nusantara berkembang mandiri tanpa ketergantungan pada Eropa", "parent": "c23", "x": 1260, "y": 220, "type": "normal" },
      "c25": { "id": "c25", "msg": "2026 — Nusantara menjadi kekuatan maritim & ekonomi utama dunia, tanpa pernah mengalami kolonialisme Eropa maupun Jepang", "parent": "c24", "x": 1400, "y": 220, "type": "normal" },

      "c26": { "id": "c26", "msg": "Kesultanan-kesultanan memilih mempertahankan otonomi luas; konfederasi hanya mengoordinasikan pertahanan bersama", "parent": "c22", "x": 1120, "y": 300, "type": "normal" },
      "c27": { "id": "c27", "msg": "Persaingan dagang antarkesultanan terus berlanjut meski tanpa ancaman kolonial dari luar", "parent": "c26", "x": 1260, "y": 300, "type": "normal" },
      "c28": { "id": "c28", "msg": "2026 — Nusantara terbagi menjadi beberapa negara berdaulat berbeda, masing-masing meneruskan warisan kesultanan asalnya, tak pernah dijajah", "parent": "c27", "x": 1400, "y": 300, "type": "normal" },

      "c29": { "id": "c29", "msg": "Sebagian kesultanan menolak bergabung dalam aliansi yang lebih terintegrasi, memicu perpecahan internal", "parent": "c22", "x": 1120, "y": 380, "type": "normal" },
      "c30": { "id": "c30", "msg": "Persaingan & konflik antarkesultanan Nusantara berlanjut selama berabad-abad tanpa pernah terbentuk kesatuan yang solid", "parent": "c29", "x": 1260, "y": 380, "type": "normal" },
      "c31": { "id": "c31", "msg": "2026 — Nusantara tetap terbagi menjadi banyak negara-kesultanan kecil yang saling bersaing, tak pernah dijajah tapi juga tak pernah bersatu penuh", "parent": "c30", "x": 1400, "y": 380, "type": "normal" }
    },
    "branches": {
      "sejarah-asli": "c13",
      "malaka-diplomasi-dagang": "c18",
      "nusantara-bersatu": "c21",
      "nusantara-imperium-maritim": "c25",
      "nusantara-konfederasi-longgar": "c28",
      "nusantara-persaingan-internal": "c31"
    },
    "active": "nusantara-imperium-maritim",
    "selected": "c25",
    "seq": 32,
    "projectName": "Nusantara Tanpa Penjajahan: 6 Cabang, 3 Sub-Cabang (1511–2026)"
  },
  "view": { "scale": 1, "x": 0, "y": 0 }
}
